A World of Words

I’m a running child :)

Di sebuah desa yang asri dan sejuk, tinggalah sebuah keluarga bahagia. Keluarga tersebut terdiri atas seorang pasangan suami istri dan anaknya yang tunggal. Kedua orang tua ini sangat menyayangi si anak dengan sepenuh hati mereka. Selayaknya seorang orang tua, mereka selalu berusaha untuk dapat membuat anak semata wayangnya tersebut bahagia.

Pada suatu pagi si anak pamit kepada orang tuanya untuk dapat bermain keluar. Anak tersebut biasa main disekitar rumahnya yang masih asri dan belum begitu banyak penduduknya tersebut.

Sebelum anak tersebut berangkat untuk keluar, si ayah berkata kepada anaknya,

Ayah :“Nak, pulanglah sebelum jam 6 sore ya. Ayah punya sesuatu yang sangat spesial untukmu.”

Anak : “Asiiik, ayah mau memberikan aku apa?”

Ayah : “Rahasia donk, pokoknya sesuatu yang terbaik untukmu”

Anak : “Oke ayah, aku akan pulang tepat waktu”

Dengan rasa bahagia, si anak kemudian berangkat untuk bermain bersama teman-temannya. Selayaknya seorang anak kecil, si anak menceritakan janji ayahnya ke seluruh teman-temannya dengan sangat bangga. Si anak percaya bahwa ayahnya tidak akan pernah mengecewakan bahkan ingkar janji padanya.

Jam-jam pun berlalu dan hari mulai sore. Si anak ingat bahwa ayahnya menyuruhnya untuk pulang sebelum jam 6 sore. Dan jam pun telah menunjukkan pukul setengah 6. Si anak berlari untuk bisa mencapai rumahnya tepat waktu.

Akan tetapi pada saat di jalan. Dug! Dia tersandung sesuatu. Dia tersandung sebuah boneka mungil lucu. Dia sangat menyenangi boneka itu sejak ada iklannya di televisi. Akhirnya si anak memungut boneka kecil itu dan berpikir “Ah lumayan aku bisa bermain dahulu dengan boneka ini,lalu besok akan ku cari pemiliknya.”

Dengan senang si anak mengambil boneka itu dan bermain dengannya sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia sangat asik bermain dengan boneka itu sampai ia tidak sadar ia telah berjalan terlalu lambat. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.

Di tengah jalan, si anak bertemu Ibu nya yang sudah cemas mencari dia. Si ibu bertanya dengan lembut

Ibu : “Nak, kemana saja kamu? Ayahmu telah mengunggu dengan cemas”

Anak : “Maaf bu, aku menikmati perjalanan ku ke rumah bersama boneka ini. Lucu kan?aku menemukannya di jalan dan aku bermain dengannya sedari tadi”

Tanpa di sangka-sangka, Si ibu mulai mencoba meregangkan gengaman anaknya ke boneka itu dan membuangnya. Si anak menangis sejadi-jadinya. Ibunya jahat,pikir anak tersebut. Anak tersebut merasa begitu kehilangan, sedih, dan tersakiti oleh perbuatan ibunya.

Akan tetapi Ibunya kemudian memelukny dan berkata

Ibu : “Nak, kamu seharusnya berlari ke rumah. Ayahmu sudah sangat ingin bertemu kamu untuk memberikan hadiah yang terbaik untukmu di rumah. Boneka kecil itu hanya akan membuat tanganmu menjadi lebih sempit untuk dapat menggenggam semua hadiah yang di sediakan ayahmu. Boneka kecil itu hanya akan membuat beban lebih di tanganmu sehingga kamu tidak cukup kuat untuk membawa seluruh pemberian ayahmu disana. Yakin nak ayahmu tahu yang terbaik untukmu”

Anak tersebut mulai berenti menangis,ia mencerna kata-kata ibunya dan ia mulai mengerti. Ia percaya pada ayah yang sangat mencintainya. Ia tahu ada sesuatu yang besar dan istimewa telah tersedia disana. Ia hanya cukup berlari. Dan selayaknya orang yang berlari, anak itu tidak pernah mau menoleh ke belakang untuk melihat bagaimana kondisi boneka tersebut, apakah dia baik atau buruk, atau apakah ia ada yang memungut atau tidak, karena apabila ia menoleh ke belakang ia dapat tesandung batu dan jatuh. Pandangannya hanya tertuju pada rumahnya dan kakinya berlari pasti menuju ayahnya.

Sesampainya di rumah, anak itu di sambut ayahnya dengan pelukan dan senyuman. Ayahnya bahkan tidak marah sedikitpun kepada anak itu. Anak itu mulai terisak-isak di pelukan ayahnya sambil meminta maaf karena ia terlambat pulang. Ayahnya memaafkannya sambil memberikannya banyak sekali boneka yang cantik dan lucu melebihi keindahan boneka pinggir jalan yang di temuinya tadi. Tanggan anak itu penuh untuk menerimanya. Senyumnya terkembang tak surut menyiratkan rasa terimakasih yang begitu dalam.

___#___

Her father is the life creator

The best gift that was promised is vision achievement, dream, love,joy, and salvation.

I’m a running child

And the waste little doll is YOU

:)

· 9/4/11 · Reblog